3 macam sakit mata pada anak yang harus diketahui !

Kebiasaan mengucek mata membuat anak-anak rentan mengalami mata merah. Tak hanya itu, kondisi ini juga sering dialami oleh anak-anak yang suka main game di laptop maupun HP sampai tidak ingat waktu.

Paparan radiasi dari layar gawai dapat membuat mata anak menjadi kering, merah, dan gatal. Apalagi kalau anak terbiasa mengucek mata, maka sakit mata yang dialaminya bisa jadi makin parah.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasinya tentu dengan membatasi waktu anak main game. Buatlah kesepakatan dengan anak, misalnya hanya boleh main game selama 1-2 jam di akhir pekan.

Selain itu, ajarkan pada anak mengenai prinsip 20-20-20 untuk menjaga kesehatan matanya. Maksudnya, setiap 20 menit menatap layar HP, alihkan pandangan anak selama 20 detik ke obyek yang letaknya sejauh 20 kaki atau sekitar 600 cm. Cara ini akan membuat mata jadi lebih rileks dan mencegah sakit mata pada anak.

  • Rabun jauh

mata minus pada anak

Rabun jauh alias mata minus adalah gangguan mata yang paling umum terjadi pada anak-anak usia sekolah. Kondisi ini membuat si kecil tidak mampu melihat benda dalam jarak jauh, tapi bisa melihat benda dekat dengan jelas.

Kalau diperhatikan, mata anak biasanya akan menyipit saat berusaha melihat tulisan di papan tulis. Jika tidak segera diatasi, hal ini bisa mengganggu proses pembelajaran dan membuat prestasi anak jadi menurun.

Gangguan mata pada anak yang satu ini hanya bisa diatasi dengan kacamata minus. Ingat, semakin bertambah usia anak, kadar minusnya bisa jadi berkurang atau bertambah. Maka itu, bawa anak periksa mata secara rutin untuk menyesuaikan kadar minus pada kacamata anak.

  • Mata juling

cara mengobati mata juling

Mata juling adalah gangguan mata yang paling sering terjadi pada anak, mulai dari bayi sampai anak berusia 5-6 tahun. Mata juling, atau dalam bahasa medis disebut dengan strabismus, adalah kondisi di mana posisi kedua mata tidak sejajar. Salah satu sisi mata dapat melihat ke arah luar, dalam, atas, atau bawah dan tidak tertuju pada satu obyek di waktu bersamaan.

Jika dibiarkan, mata juling ini bisa berkembang menjadi mata malas (amblyopia). Mata malas adalah kondisi di mana otak cenderung “mempekerjakan” salah satu mata saja. Salah satu mata yang lemah lama-kelamaan menjadi lebih “malas” karena jarang digunakan. Dampak fatalnya, hal ini bisa menyebabkan anak kehilangan penglihatan jika tidak cepat-cepat ditangani.

Maka itu, segera bawa si kecil ke dokter mata untuk melakukan periksa mata. Dokter biasanya akan memberikan kacamata atau penutup khusus untuk menutupi mata yang normal. Memang, anak hanya bisa melihat dengan satu mata, yaitu mata yang lebih lemah, untuk sementara waktu.

Namun jangan khawatir, hal ini justru dilakukan supaya otot-otot pada salah satu mata yang juling tersebut menjadi terlatih dan bergerak aktif. Dengan begitu, mata anak kembali normal seiring berjalannya waktu.

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *