Kondisi Zlatan Ibrahimovic Yang Dilanda Cedera

Blogdelabutaca.net – Kabar buruk menghampiri AC Milan di tengah-tengah laga lanjutan Serie A melawan Napoli, Senin (23/11/2020) dini hari. Penyerang andalannya, Zlatan Ibrahimovic, keluar dari lapangan dalam kondisi yang tidak baik.

Ibrahimovic tampil sejak menit awal pada pertandingan yang digelar di San Paolo tersebut. Berkat dua golnya, Rossoneri bisa keluar sebagai pemenang dengan skor yang cukup meyakinkan, 3-1.

Zlatan Ibrahimovic

Sayangnya, pria berkebangsaan Swedia tersebut hanya bisa bermain sampai menit ke-79. Ibrahimovic digantikan oleh Lorenzo Colombo dalam keadaan tertatih. Saat di bangku cadangan, ia terlihat sedang mendapatkan penanganan dari tim medis.

Kalau Ibrahimmovic sampai cedera, Jelas ini akan menjadi kabar yang sangat buruk buat AC Milan. Pasalnya mantan pemain LA Galaxy itu merupakan pemain terproduktif Milan dalam urusan menjebol gawang lawan saat ini.

Simak Yuk Informasi Lebih Lengkapnya

Kabar Terkini Ibrahimovic

Pelatih interim AC Milan, Daniele Bonera, memberikan sedikit informasi soal kondisi sang penyerang andalan. Meskipun belum bisa memastikan, namun ia melihat kalau Ibrahimovic mengalami masalah pada ototnya.

“Kami belum punya banyak informasi sekarang, sepertinya masalah otot, namun kami harus menunggu selama beberapa hari untuk tahu lebih pastinya,” ujar Bonera kepada Sky Sport Italia.

Sebagai informasi, Bonera duduk di kursi kepelatihan untuk menggantikan Stefano Pioli. Sekarang eks nahkoda Fiorentina tersebut sedang menjalani masa swakarantina lantaran terpapar Covid-19.

Berbicara dengan Stefano Pioli

Pada kesempatan yang sama, Bonera juga mengungkapkan isi perbincangannya dengan Pioli selepas pertandingan. Kedua sosok tersebut hanya bisa berbicara dengannya melalui sambungan telepon.

“Saya berbicara dengan Pioli setelah pertandingan, dia sangat senang dan sempat melihat semua pemain di ruang ganti,” tambahnya.

“Kami memiliki skuad yang hebat, kami sadar bahwa kami sudah berada di atas sana dan ingin bertahan selama mungkin. Ini tidak terjadi secara sekilas, kami telah memulainya sejak lama,” pungkasnya.

Kemenangan 3-1 atas Napoli membawa Milan kembali ke puncak klasemen sementara Serie A dengan raihan 20 poin. Unggul dua angka dari penghuni posisi kedua, Sassuolo.

Revolusi Koeman di Barcelona Membuat Lionel Messi Malu – Malu Membuat Gol

Blogdelabutaca.net – Lionel Messi sedang tidak seperti biasanya. Enam pertandingan telah berlalu, sang superstar Barcelona belum juga mencetak gol dari open play. Mungkinkah ini efek samping dari revolusi Ronald Koeman?

Teranyar, Barca takluk 1-3 di El Clasico, dikalahkan sang rival Real Madrid di kandang sendiri. Messi bermain baik pada laga tersebut, tapi baik saja tidak cukup.

Lionel Messi

Musim masih dini, tapi performa Barca sudah mengkhawatirkan dengan tiga hasil buruk. Sebelumnya mereka bermain imbang 1-1 dengan Sevilla dan takluk 0-1 dari Getafe.

Messi tidak buruk, masih main baik, lalu apa masalahnya?

Baru dua gol penalti, ada apa?

Tercatat, dari semua pertandingan sejauh ini, Messi baru mencetak dua gol dari titik putih. Tidak buruk, tapi juga tidak cukup untuk ukuran Messi.

Muncul gagasan bahwa Barca tidak lagi bergantung pada Messi. Ini perubahan berani yang dibawa Koeman, tapi diyakini terlalu terburu-buru.

Pada formasi 4-2-3-1 yang baru, Messi digeser ke pos winger kanan, terkadang bermain sebagai false nine. Dia tidak lagi menyandang peran si no.10 yang sekarang dipikul Philippe Coutinho.

Kabarnya, inilah penyebab Messi sulit bikin gol. Dia tidak banyak terlibat dalam permainan, tidak seperti belasan musim sebelumnya. Perubahan ini dibutuhkan Barca, tapi mungkin terlalu drastis.

Kembali ke posisinya

Terbukti, pada laga kontra Madrid kemarin, Messi menyuguhkan permainan terbaiknya musim ini — meski pada akhirnya Barca tetap kalah.

Saat itu Koeman sempat mengubah posisi Messi seperti sedia kala, yakni si no. 10. Dia bermain di belakang Ansu Fati, lalu ada Coutinho di kiri dan Pedri di kanan.

“Dia kembali menjadi Messi yang biasanya, aktif, berpartisipasi, dan selalu berbahaya. Thibaut Courtois mencegah golnya, tapi dia menjalani pertandingan hebat,” tulis Mundo Deportivo soal performa Messi.

Bagaimanapun, kontribusi terbesar Messi pada laga ini adalah umpan lambung terukur untuk Jordi Alba, yang berujung pada gol penyeimbang Barcelona.

Inilah permainan Messi yang dikenal fans Barca, yang bisa menentukan hasil pertandingan.

Messi atau Coutinho?

Sejauh ini Messi pun tidak mendapatkan banyak peluang seperti biasanya. Ini bisa jadi masalah besar untuk Barca, sebab bermusim-musim terakhir gol Messi adalah alasan mereka selamat di kompetisi.

Sebenarnya solusinya sudah ada, yakni mengembalikan Messi ke posisi seharusnya: di belakang penyerang sentral, dibiarkan bergerak bebas.

Masalahnya, membiarkan Messi kembali ke posisi itu berarti harus mengorbankan Coutinho. Gelandang Brasil ini bisa jadi tergusur ke sayap kiri atau ke bangku cadangan.

Tentu ini sedikit mengenaskan bagi Coutinho, yang sebenarnya mulai menemukan permainan terbaiknya kembali sejak awal musim.

Barca yang menyesuaikan, atau Messi?

Harapan terbesar Barca adalah berharap Messi bisa menemukan cara sendiri untuk menyesuaikan diri, untuk tetap jadi pemain penting.

Skenario idealnya adalah Messi bermain di pos winger kanan, dengan Coutinho sebagai si no. 10, dan Antoine Griezmann sebagai false nine.

Messi terakhir bermain di posi ini bertahun-tahun lalu, dan sekarang gaya bermainnya sudah berubah.

Sebab itu, skenario kedua adalah membuat Messi terbiasa dalam peran false nine. Coutinho selamat, tapi Griezmann akan semakin tenggelam.

 

Beberapa Tujuan Yang Dipilih Gareth Bale Jika Tinggalkan Real Madrid

Blogdelabutaca.net – Gareth Bale menolak bermain ketika Real Madrid melawan Manchester City pada babak 16 besar Liga Champions, Sabtu (8/7/2020) dini hari WIB. Hal itu bisa membuat karier sang pemain di klub segera habis. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan Gareth Bale dengan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, tidak harmonis. Karena itu pula, pemain berusia 31 tahun tersebut kehilangan tempat dari starter.

Gareth Bale

Bale tidak pernah benar-benar menjadi bintang di Madrid. Karena Zidane tidak terlalu menyukainya, eks Tottenham Hostpur ini kerap akrab dengan bangku cadangan. Puncaknya pada musim lalu. Bale hanya bermain 16 kali, dengan 12 di antaranya sebagai starter. Zidane 14 kali menepikannya sebagai pemain cadangan. Kontrak Bale bersama Madrid baru akan habis pada musim panas 2022. Namun, tim berjulukan Los Merengeus ini diyakini bakal menjualnya dengan harga murah pada bursa transfer musim panas ini. Siapa klub yang berminat dengan Gareth Bale? Berikut lima kemungkinan destinasi yang bisa jadi tempat penampungan Bale musim depan:

Pergi ke China demi Uang

Sudah banyak orang yang tahu bahwa Madrid beberapa kali berniat untuk menjual Gareth Bale ke klub lain. Namun, gajinya yang kadung kemahalan bikin klub lain enggan meliriknya. Setiap musimnya di Madrid, Bale mengantungi 15 juta euro atau setara dengan Rp259 miliar. Nominal yang kontradiktif dibanding kontribusinya dalam beberapa tahun belakangan.

Ada satu opsi yang bisa ditempuh Bale jika masih ingin menikmati pundi-pundi uang dengan cabut dari Madrid. Pindah ke China akan menjadi pilihan yang menarik untuknya. Klub-klub China terkenal sering menghambur-hamburkan uang demi mendatangkan bintang top Eropa. Asalkan Bale tidak mengejar prestasi lagi, merantau ke China adalah kemungkinan yang paling realistis.

Pulang ke Inggris

Pulang kampung ke Inggris juga menjadi opsi terbaik bagi Gareth Bale. Namun, klub Premier League mana yang mau menanggung gaji setinggi langit sang pemain? Bale harus mengurangi separuh dari pendapatannya jika ingin kembali berkompetisi di Premier League. Klub-klub menengah seperti Everton maupun West Ham United bukan pilihan yang buruk untuknya. Leeds United juga terlihat menarik dan cocok sebagai pembuktian bahwa dirinya belum habis. Pastinya, ia akan menjadi pemain utama di tim tersebut.

 

Serie A?

Alexis Sanchez bak hidup kembali di Italia. Setelah melalui masa kegelapan bersama Manchester United, penyerang asal Chile itu berhasil membuktikan bahwa dirinya belum habis. Setelah negosiasi yang alot dengan Manchester United, Inter Milan berhasil mempermanenkan Sanchez dengan gratis. Langkah Sanchez bisa ditiru oleh Bale. Ia bisa mendesak Madrid untuk meminjamkannya ke klub Italia. Bisa ke AC Milan untuk menopang dengan Zlatan Ibrahimovic. Namun, Bale perlu membujuk Madrid untuk menanggung setengah gajinya. Pasalnya, mustahil untuk klub Italia mau membayar 15 juta euro untuk seorang pemain seperti Bale.

Timur Tengah Bisa Jadi Pilihan

Satu lagi pilihan Bale jika masih mendambakan uang. Dia bisa pergi ke Timur Tengah. Beberapa pemain memilih untuk berkarier di Timur Tengah demi uang. Sebut saja mantan penyerang Juventus, Sebastian Giovinco dan Mario Mandzukic. Keduanya mendapatkan kekayaan lebih di sana. Seperti di China, hengkang ke Timur Tengah menjadi pilihan bagi Bale andai ia tidak mengejar prestasi. Dia bisa tinggal selama mungkin di sana dengan kucuran uang tak habis-habis.

Kembali ke Pelukan Tottenham Hotspur

Mungkinkah Tottenham Hotspur mau menerima Gareth Bale? Adakah ruang kosong dalam pola Jose Mourinho bagi sang pemain? Tak ada yang tak mungkin dalam sepak bola. Spurs bisa saja tertarik memulangkan Bale asalkan gajinya bersedia dipangkas atau ditanggung setengah oleh Madrid.

Lagi pula, kualitas Bale masih cukup oke sebagai winger. Dia masih gesit di sisi sayap. Bale tentu akan termotivasi kembali jika dipercaya untuk rutin bermain. Bale punya kenangan manis selama memperkuat Spurs. Enam tahun ia membela tim berjulukan The Lilywithes itu. Pada musim terakhirnya, tepatnya 2012/2013, ia mampu mencatatkan 21 gol.

 

Baca juga: Jadwal Pertandingan UEFA

Skenario Manchester United Dan Chelsea Bisa Masuk Atau Terdepak Dari 4 Besar

Premier League menyisakan satu pertandingan lagi. Gelar juara sudah dipastikan menjadi milik Liverpool, tapi serunya persaingan masih sangat terasa, terutama di perebutan tempat di empat besar.

Saat ini, dua slot yang sudah dipastikan aman di zona Liga Champions menjadi milik Liverpool, sang juara, dan Manchester City yang berada di posisi kedua. Nah, dua tiket ke turnamen tertinggi Eropa kini menjadi rebutan tiga tim, yakni Manchester United, Chelsea, dan Leicester City.

Saat ini, gambaran di klasemen Premier League adalah: Manchester United peringkat ketiga, Chelsea di peringkat keempat, dan Leicester City ada di posisi kelima. Manchester United dan Chelsea sama-sama memiliki 63 poin, sementara Leicester di belakang keduanya dengan jarak hanya 1 poin saja.

Skenario Manchester United Dan Chelsea Bisa Masuk Atau Terdepak Dari 4 Besar

Persaingan ini dipastikan seru karena satu pertandingan tersisa di akhir pekan nanti mempertemukan Manchester United vs Leicester City. Pertandingan ini akan sangat menentukan masa depan kedua tim di kompetisi Eropa musim depan, termasuk juga duel antara Wolverhampton vs Chelsea di tempat lain di waktu yang sama.

Bagaimana skenario agar Manchester United, Chelsea, dan Leicester City bisa masuk atau terdepak dari empat besar di satu pertandingan tersisa ini? Simak selengkapnya yang telah dibahas situs jadwal pertandingan bola di bawah ini.

Klasemen Saat Ini

Saat ini Manchester United berada di posisi ketiga klasemen Premier League dengan raihan 63 poin. Hasil imbang melawan West Ham dan kekalahan Chelsea melawan Liverpool membuat The Red Devils menyamai poin The Blues.

Namun pasukan Ole Gunnar Solskjaer tersebut berhak di posisi ketiga, meskipun memiliki poin sama dengan Chelsea, adalah berkat aturan selisih gol yang lebih baik.

Sebagai informasi, Premier League musim ini tetap melihat selisih gol sebagai indikator utama penentu posisi klasemen apabila ada poin yang sama. Setelah selisih gol, ada jumlah gol yang dicetak, kemudian head to head (agregat gol tandang), dan terakhir apabila semua indikasi itu sama adalah dengan melakukan playoff di tempat netral.

Skenario 1

Manchester United menang lawan Leicester, Chelsea imbang lawan Wolverhampton.

Di skenario ini, Manchester United dan Chelsea akan saling diuntungkan. Kedua hasil tersebut akan membawa Setan Merah dan The Blues sama-sama melaju ke zona Liga Champions musim depan.

Dengan skenario ini, Manchester United akan berada di posisi ketiga dengan 66 poin, Chelsea di posisi keempat dengan 64 poin, dan Leicester City di posisi kelima dengan 62 poin.

Skenario 2

Manchester United kalah lawan Leicester, Wolverhampton menang di markas Chelsea.

Di skenario ini, Manchester United bakal tetap bisa finis di empat besar meskipun kalah dari Leicester. Sementara Chelsea akan terlempar dari empat besar bila kalah dari Wolves.

Dengan skenario ini, Leicester akan naik ke posisi ketiga dengan 65 poin, Manchester United ada di posisi keempat dengan 63 poin, sementara Chelsea turun ke posisi kelima dengan poin yang sama, 63 poin.

Manchester United meskipun memiliki jumlah poin yang sama dengan Chelsea lebih berhak ke zona Liga Champions karena memiliki aturan selisih gol yang lebih baik dibanding The Blues.

Skenario 3

Leicester City vs Manchester United berakhir imbang, Wolverhampton menang.

Dengan skenario seperti ini, Manchester United dan Leicester City akan sama-sama lolos ke zona liga Champions, alias berada di posisi empat besar. MU akan lolos dengan raihan 64 poin, sementara Leicester lolos dengan 63 poin.

Poin Leicester dan Chelsea memang bakal sama di dalam skenario ini. Namun Leicester berhak berada di peringkat keempat karena memiliki selisih gol yang lebih baik.

Skenario 4

Manchester United bermain imbang lawan Leicester, Chelsea menang lawan Wolves.

Dalam skenario ini, Chelsea akan naik ke peringkat ketiga dengan 66 poin. Sementara Manchester United akan turun ke posisi keempat dengan 64 poin. Sedangkan Leicester harus puas keluar dari empat besar dengan raihan 63 poin.

Skenario 5

Duel Leicester City vs Manchester United, dan Chelsea vs Wolves sama-sama berakhir imbang.

Bila dua pertandingan tersebut berakhir imbang, maka posisi ketiga tim di klasemen sementara Premier League tak akan berubah. Artinya, Manchester United akan tetap ke Liga Champions dengan menempati posisi ketiga dengan 64 poin, sementara Chelsea ke Eropa sebagai peringkat keempat klasemen dengan jumlah poin yang sama dengan MU, namun kalah selisih gol.

Sementara Leicester City harus puas hanya lolos ke Liga Europa musim depan dengan raihan 63 poin.

Skenario 6

Manchester United kalahkan Leicester, Chelsea dikalahkan Wolves

Dengan skenario ini, Manchester United dan Chelsea akan tetap lolos ke zona Liga Champions musim depan. MU tetap di peringkat ketiga dengan 66 poin, sementara Chelsea di posisi keempat dengan 63 poin.

Leicester yang kalah di skenario ini akan tetap tertahan di peringkat kelima dengan 62 poin, satu poin di belakang Chelsea. Sementara Wolves akan menyamai poin Leicester, namun kalah dalam selisih gol.

Skenario 7

Manchester United dan Chelsea sama-sama meraih kemenangan.

Di partai terakhir, skenario ini bisa membuat MU dan Chelsea sama-sama finis di empat besar. Manchester United lolos sebagai peringkat ketiga dengan 66 poin, sementara Chelsea yang kalah selisih gol tetap di peringkat keempat.

Leicester dan Wolves pun tak akan mengalami perubahan posisi bila skenario ini yang terjadi akhir pekan nanti.

Skenario 8

Manchester United kalah di markas Leicester, Chelsea vs Wolves berakhir imbang.

Di skenario ini tim yang paling tak diuntungkan adalah Manchester United. Bila skenario ini terjadi, Manchester United akan terlempar ke peringkat kelima klasemen Premier League dengan 63 poin. Sementara Chelsea (65 poin) dan Leicester (64 poin) akan lolos ke zonal Liga Champions musim depan.

Skenario 9

Manchester United kalah, Chelsea menang.

Sama seperti skenario sebelumnya, Manchester United akan menjadi pihak yang paling sedih. Bila ini terjadi, pasukan Ole Gunnar Solskjaer akan turun ke peringkat kelima dengan raihan 63 poin.

Sementara di peringkat atasnya, Chelsea akan melaju ke posisi ketiga dengan 66 poin, sementara Leicester naik ke posisi keempat dengan 65 poin.

Menarik di simak bagaimana skenario yang terjadi di akhir pekan nanti. Siapakah yang bisa menemani Liverpool dan Manchester City di Liga Champions musim depan?

Pemain Terbaik Aston Villa Yang Akan Hengkang Jika Tim Lengser

Kompetisi Premier League musim 2019-2020 sudah diketahui pemenangnya. Meskipun begitu, masih ada banyak hal yang bisa disaksikan dalam beberapa pertandingan berikutnya.

Liverpool berhasil mengakhiri penantian selama 30 tahun untuk meraih gelar Liga. Sementara itu, Manchester City harus puas berada di posisi runner-up.

Leicester City, Chelsea, Manchester United dan Wolverhampton Wanderers masih berjuang untuk dua tempat tersisa di posisi empat besar. Sementara di sisi lain klasemen, pertempuran sengit untuk tetap bertahan di liga juga sedang terjadi.

Pemain Terbaik Aston Villa Yang Akan Hengkang Jika Tim Lengser

Aston Villa adalah satu di antara empat klub yang sedang berjuang untuk menghindari degradasi. Tetapi melihat sulitnya jadwal pertandingan yang akan datang, situasi sepertinya tidak akan menguntungkan bagi tim asuhan Dean Smith.

Villa akan menghadapi Liverpool, Manchester United, Crystal Palace, Everton, Arsenal dan West Ham United di pertandingan tersisa. Dan, jika Villa terdegradasi, beberapa pemain yang sangat berbakat bisa menjadi rebutan di bursa transfer.

Berikut ini tiga pemain Aston Villa yang bisa direkrut oleh tim papan atas Premier League jika mereka terdegradasi seperti dilansir Mykhel.

Tyrone Mings

Pertahanan Villa sangat buruk pada musim ini. Namun, Mings bisa dibilang cukup mengesankan, terutama di paruh pertama musim.

Mings mampu menunjukkan performa yang konsisten untuk Villa. Hal itu membuatnya mendapat panggilan untuk timnas Inggris.

Mings sudah menunjukkan kualitas yang cukup untuk tetap berada di Premier League. Dengan begitu banyak klub yang membutuhkan bantuan di pertahanan, Mings bisa menjadi pilihan yang bagus.

John McGinn

Salah satu kemunduran terbesar bagi Villa musim ini terjadi ketika McGinn absen sebanyak 10 pertandingan. Sekarang sang pemain akan menjadi andalan timnya untuk tetap bertahan di Premier League.

Pemain asal Skotlandia itu memulai Premier League musim ini dengan sangat baik. Ia menjadi pemain kunci Villa bersama Jack Grealish.

Pemain berusia 25 tahun ini hanya mencetak tiga gol dan membuat dua assist dalam 22 pertandingan Premier League. Namun, penampilannya mampu memikat klub-klub seperti Manchester United dan bahkan sang juara Liverpool.

Jack Grealish

Villa mungkin akan tetap kehilangan sang kapten Grealish jika mereka berhasil selamat dari degradasi. Pemain 24 tahun itu bisa dibilang sebagai salah satu playmaker terbaik di Premier League saat ini.

Setiap klub di Premier League pasti akan senang memiliki sang gelandang berbakat di skuad mereka. Grealish sudah mengangkat klub masa kecilnya sendirian selama beberapa tahun terakhir dan tidak terkecuali musim ini.

Manchester United sepertinya akan menjadi tujuan potensial bagi pemain asal Inggris itu. Villa sepertinya tidak bisa mencegah kepergian sang pemain.

Pemain Sepakbola Gratisan Terbaik Dalam Sejarah

Gelontoran uang dalam jumlah besar kerap mewarnai bursa transfer di dunia sepakbola. Jual beli pemain dengan harga selangit sudah menjadi hal yang lumrah di sepakbola modern. Sesuai dengan ujar-ujar ada harga ada barang, kualitas pemain kerap menentukan banderol mereka di pasaran.

Pemain Sepakbola Gratisan Terbaik Dalam Sejarah

Bukan berarti pemain-pemain yang pindah dengan status bebas transfer punya kualitas yang buruk. Sejumlah pemain gratisan bahkan punya kontribusi tidak kalah mentereng dibandingkan mereka yang hengkang dengan harga selangit.

Berikut 5 pemain gratisan yang punya kontribusi besar untuk tim barunya, dinukil dari sportskeeda.

5. Paul Pogba

Pemain berpaspor prancis ini digaet manchester united dari le havre pada 2009. Hanya butuh dua tahun, paul pogba langsung merasakan pengalaman merumput bersama-sama team senior pada laga piala liga inggris di usia 18 tahun.

Minimnya menit bermain bersama team utama membuat paul pogba memutuskan berani, yaitu hengkang ke juventus pada 2012, saat kontraknya habis. Selama empat tahun bersama si nyonya tua, il polpo sukses meraih empat titel liga italia, dua coppa italia, dan dua piala super italia.

Kontribusinya tidak berhenti sampai di sana. Paul pogba tercatat mengemas 34 gol dan melepas 40 assist dalam 178 penampilan. Juventus bahkan untung besar ketika menjualnya kembali ke man united pada 2016 dengan nilai total 105 juta euro (setara rp1,71 triliun).

4. Michael Ballack

Salah satu gelandang terbaik jerman ini merasa tidak puas dengan pencapaiannya di bayern munich. Selama empat tahun (2002-2006), pesepakbola kelahiran gorlitz itu merebut tiga trofi bundesliga jerman dan dua dfb pokal, serta mencetak 44 gol dari 107 penampilan

Catatan tersebut belum membuat michael ballack puas. Pada musim panas 2006, ia memutuskan bergabung ke chelsea dengan status bebas transfer. Sepanjang 2006-2010, pemain yang terkenal dengan nomor punggung 13 itu merebut satu trofi liga inggris, tiga piala fa, dan sekali piala liga inggris.

3. Sol Campbell

Penggemar tottenham hotspur mungkin sampai hari ini masih menganggapnya sebagai pengkhianat. Betapa tidak, sol campbell memutuskan hengkang secara kontroversial ke arsenal yang merupakan rival berat sang lili putih. Bahkan, the gunners merekrutnya dengan gratis dari klub tetangga pada 2001.

Seisi inggris jelas terkejut dengan kepindahan itu. Sebab, sol campbell dianggap sebagai salah satu pemain belakang terbaik di generasinya. Sepanjang 2001-2006, pemain kelahiran london itu sukses memenangkan dua gelar liga inggris serta dua piala fa. Belum lagi, sol campbell menjadi bagian penting dari the invincible arsenal pada musim 2003-2004.

2. Andrea Pirlo

Kekecewaan karena hanya ditawari kontrak satu tahun membuat andrea pirlo rela menyeberang ke juventus pada 2011. Belum lagi, posisinya di ac milan diacak-acak oleh massimiliano allegri pada musim terakhirnya. Kebetulan, kontraknya habis pada musim panas 2011 sehingga bebas menerima pinangan klub manapun.

I rossoneri jelas bakal menyesali kepergian andrea pirlo secara gratis. Pemain kelahiran brescia itu sukses merebut empat gelar juara liga italia, dua piala super italia, dan satu coppa italia. Penampilan cemerlang pada musim 2011-2012 membuatnya masuk nominasi ballon dor sekaligus mendapat gelar pemain terbaik italia.

Usia yang sudah menginjak 32 tahun kala itu tidak menghalanginya mencatatkan beberapa prestasi. Selain trofi, andrea pirlo mengukir 19 gol dan melepas 38 assist sepanjang 164 pertandingan di semua kompetisi.

1. Robert Lewandowski

Ada semacam istilah bahwa kesebelasan lain di liga jerman adalah tempat transit pemain menuju bayern munich. Setidaknya hal itu berlaku pada robert lewandowski. Striker asal polandia itu hengkang secara gratis dari borussia dortmund ke fc hollywood pada 2014.

Sebelum hengkang, lewangoalski sudah mencatatkan 103 gol dan 42 assist dalam 187 kali tampil bersama bvb. Ketajaman itu ternyata berlanjut bersama bayern munich. Lewy sanggup mengukir 240 gol dan 53 assist dalam 284 pertandingan bersama die roten di semua kompetisi.

Sumbangsih itu mengantarkan bayern munich sebagai kampiun bundesliga jerman enam musim beruntun ditambah dua gelar juara dfb pokal dan tiga piala super jerman. Tentu saja, borussia dortmund pasti menyesali kepergian robert lewandowski secara gratis ketika seharusnya bisa meraup untung besar di bursa transfer.